5 Rekomendasi Buku Tentang Corporate Training dan Corporate Learning.

This article was first published by DOOR International on 30 January 2024 and translated into Indonesian. See the original article here.

Dalam program kami, kami sering mengambil pelajaran dari buku “Leading Clarity” yang ditulis oleh Brad Deutser. Jika Anda menyukai buku-buku serupa dan mencari buku dengan insight yang jitu tentang isu kepemimpinan, organisasi, pelatihan korporasi, dan manajemen yang efektif, Anda bisa mengecek beberapa rekomendasi buku di bawah ini:

Start with Why: How Great Leaders Inspire Everyone to Take Action” oleh Simon Sinek

Dalam “Start with Why,” Simon Sinek mengeksplorasi tentang pertanyaan dasar yang ia percayai sebagai inti dari pemimpin dan organisasi yang sukses: "Kenapa?". Argumen Sinek dibangun atas apa yang ia sebut sebagai "Lingkaran Emas (Golden Circle)," sebuah model yang dimulai dengan kata 'Kenapa' di intinya, diikuti dengan 'Bagaimana,' dan diakhiri dengan 'Apa'. Sinek percaya bahwa banyak perusahaan melakukan ini dengan terbalik; mereka mulai dari 'apa,' baru menentukan 'bagaimana' mereka akan mencapainya, dan mengabaikan 'kenapa' mereka perlu melakukan hal tersebut. Pemimpin yang inspirasional memulai dengan 'kenapa' sebagai kepercayaan, nilai, dan tujuan (purpose) yang mendorong seorang pemimpin dan organisasi. Ia memberikan banyak contoh nyata seperti Apple, Martin Luther. King Jr., dan Wright bersaudara untuk mengilustrasikan bagaimana 'Kenapa' menjadi hal yang penting bagi para pemimpin dan organisasi dalam memberikan inspirasi bagi targetnya dan membuat mereka mampu mencapai hal-hal besar.

Sinek berargumen bahwa ketika kita mengomunikasikan 'Kenapa' kita melakukan sesuai, kita menarik orang yang berbagi nilai-nilai yang sama, membangun rasa saling percaya yang kuat, dan komunitas yang berlandaskan kesamaan nilai. Inilah yang Sinek percayai sebagai kunci kesuksesan dan kemampuan untuk menginisiasi sebuah gerakan. "Start with Why" bukan hanya sekadar buku; ini adalah panggilan untuk memikirkan ulang pendekatan kita akan kepemimpinan dan pelatihan profesional dan bagaimana kita bisa memimpin dengan tujuan, memikat pelanggan yang loyal, dan membangun perubahan yang lestari.

“Drive: The Surprising Truth About What Motivates Us” oleh Daniel H. Pink

Melalui “Drive,” Daniel H. Pink mempertanyakan akan persepsi kita tentang motivasi dan menjelaskan bahwa ketergantungan dunia bisnis akan hal-hal yang bersifat duniawi, seperti uang, tidak efektif apalagi produktif. Pink percaya bahwa motivasi intrinsik—yakni kebebasan (autonomy), kelihaian (mastery), dan tujuan (purpose)—adalah hal yang lebih berpengaruh dalam mendorong kita dalam melakukan sesuatu sebaik mungkin. Autonomy adalah keinginan kita untuk mengatur diri sendiri, memiliki kebebasan atas apapun yang kita kerjakan, dan cara kita hidup. Mastery adalah keinginan kita untuk terus menjadi lebih baik dalam melakukan sesuatu, sebagai indikator kemajuan dan kompetensi. Purpose adalah manifestasi keinginan kita akan makna; perasaan bahwa apa yang kita kerjakan akan membuahkan sesuatu yang lebih besar dan bermakna dari diri kita sendiri.

Pink menyajikan banyak bukti empiris, studi kasus, dan contoh nyata untuk memperlihatkan bagaimana para faktor motivator intrinsik ini dapat memberikan kepuasan dan rasa sukses yang lebih besar. Ia juga menawarkan saran yang bisa diterapkan langsung bagi individu dan organisasi yang ingin menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya faktor motivator intrinsik ini. "Drive" adalah bacaan transformatif yang mengundang pembacanya untuk mengubah asumsi mereka tentang apa yang sebenarnya memotivasi seseorang untuk bertindak sebaik mungkin dan mengadopsi pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh khazanah kita sebagai manusia.

“Good to Great: Why Some Companies Make the Leap and Others Don’t” oleh Jim Collins

“Good to Great” dari Jim Collins adalah narasi menakjubkan yang merangkum studi longitudinal tentang mengapa ada perusahaan yang bisa mencapai kinerja jangka panjang yang spektakuler sedangkan perusahaan lain kewalahan. Collins dan tim risetnya mengidentifikasi 11 perusahaan cemerlang dan menganalisis faktor yang mendorong mereka dari keterpurukan menuju performa gemilang yang berkelanjutan. Sebuah konsep penting yang ia perkenalkan "Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership)," dimana para pemimpin menunjukkan kombinasi tegas antara keteguhan profesional dan kerendahan hati.

Collins juga menegakkan sebuah terobosan baru bernama "Konsep Landak (Hedgehog Concept)," dimana ia mendukung perusahaan untuk mencari satu hal dimana mereka menjadi yang terbaik, memiliki kepedulian mendalam, dan mendorong kapasitas ekonomi mereka. Buku ini memperkenalkan konsep mengangkut orang yang tepat "on the bus" (dan orang yang keliru tidak perlu ikut) sebelum memutuskan tujuan berkendara, menekankan pentingnya memiliki tim yang berkemampuan dan berkomitmen tinggi. Salah satu konsep penting lainnya adalah "Efek Roda Gila (Flywheel Effect)," yang menjelaskan bahwa kejayaan adalah hasil dari usaha konsisten yang diarahkan pada satu tujuan, membangun momentum seiring jalannya waktu. Karya Collins telah menjadi referensi neoklasik dalam segmen literatur bisnis berkat kayanya kerangka pikir dasar yang mampu diaplikasikan secara praktis bagi perusahaan yang ingin bertransformasi dan meningkatkan kinerjanya secara efektif.

“The Advantage: Why Organizational Health Trumps Everything Else In Business” oleh Patrick Lencioni

Dalam “The Advantage,” Patrick Lencioni membuat argumen kuat tentang penggerak utama kesuksesan perusahaan adalah kesehatannya, bukan kecerdasannya. Ia menjelaskan bahwa kesehatan organisasi (organisational health) adalah kondisi dimana perusahaan memiliki tim pemimpin yang kompak, nilai-nilai yang jelas, strategi yang komprehensif, dan lingkungan yang minim politik kantor dan kebingungan, juga produktivitas dan semangat yang tinggi. Lencioni juga menyajikan model empat disiplin: membangun tim pemimpin yang kohesif, membangun kejelasan, mengulang terus komunikasi tentang kejelasan, dan menegaskan kejelasan melalui human systems.

Poin-poin ini, menurut Lencioni, praktis dan mudah untuk diterapkan, namun memerlukan level kedisiplinan yang gagal diterapkan oleh perusahaan. Ia menitikberatkan pada kejelasan dan konsistensi dalam berkomunikasi adalah kunci membangun nilai dan tujuan organisasi. Buku ini penuh dengan wawasan-wawasan praktis yang mampu mengubah budaya organisasi dari dalam, memastikan transparansi, keselarasan, dan kemampuan untuk mencapai tujuan secara efektif. "The Advantage" adalah bacaan wajib bagi pemimpin yang sadar akan pentingnya membangun budaya baik dan siap mengemban tugas mulia untuk mengubah organisasi dari dalam melalui pelatihan strategis.

“Principles: Life and Work” by Ray Dalio

“Principles: Life and Work” karya Ray Dalio membeberkan prinsip-prinsip yang menjadi rahasia kesuksesannya, baik dalam kehidupan pribadi maupun di perusahaannya, Bridgewater Associates. Dalio percaya bahwa hidup, manajemen, ekonomi, dan investasi dapat disusun menjadi sistem peraturan yang beroperasi layaknya mesin. Buku ini dibagi menjadi dua bagian: yang pertama membahas tentang kehidupan pribadi Dalio serta awal karirnya, dan menjelaskan latar belakang atas prinsip yang dianutnya. Bagian kedua mengulas tentang prinsip-prinsip tersebut.

Prinsip Dalio adalah tentang kebenaran radikal (radical truth) dan transparansi radikal (radical transparency). Ia menyarankan pada individu dan organisasi untuk memupuk lingkungan dimana setiap orang bisa berbicara dengan jujur dan kesalahan dilihat sebagai kesempatan untuk belajar, bukan alasan pemberian hukuman. Ia menyebutkan pendekatannya dalam mengambil keputusan sebagai “believability-weighted,” yakni tidak semua pendapat perlu pertimbangan yang setara dan pengambilan keputusan dibuat berdasarkan pemahaman tersebut.

Wawasan ini tidak hanya bisa diaplikasikan di dunia korporasi, namun juga pengembangan diri dan pencapaian tujuan. Filosofi Dalio mengundang refleksi mendalam dan mendorong para pembaca untuk mempertimbangkan prinsip mereka sendiri dan bagaimana mereka bisa mengaplikasikan prinsip Dalio dalam kehidupan masing-masing.

Previous
Previous

Gaya Komunikasi Pemimpin untuk Memaksimalkan Dampak Positif